Uncategorized

Trip Rome City

Banyak jalan menuju Roma,mungkin kata kata tsb hanya sebagai kiasan agar setiap orang tidak mudah menyerah.Begitupun denganku,kata2 tsb terlalu sering aku ucapkan entah berapa kali sehingga menjadi doa yang pada akhirnya dikabulkan Allah.Aku benar benar melakukan perjalanan menuju Roma.

Perjalanan aku mulai dari bandara Abd.Rahman Saleh menuju Soeta.Dengan maskapai Turkish Airlines pk.21.00 menuju Roma,transit di Istambul sekitar subuh waktu setempat(05.00).Sempat bingung melihat airport yang begitu luas,dan belum ada kepastian gate ditambah belum ada koneksi internet rasanya seperti terlempar jauh ke negeri antah berantah.Bermodalkan sedikit bahasa Inggris bertanya sana sini akhirnya aku dapat kode sandi untuk koneksi wifi.Sedikit lega dapat berkomunikasi dengan teman2 di tanah air,sambil menunggu gate buka di pk.07.00

Singkat cerita aku kembali melanjutkan perjalanan dan sampai di Rome city tanpa kendala apapun.Keesokan harinya sekitar pk.10.00 jalan jalan mengelilingi kota dimulai dari hotel melewati bukit capital yang merupakan asal kata ibukota di seluruh dunia (capital=ibukota).Melintasi tempat dibunuhnya Julius Caesar Largo Argentina yg dulunya (2000 th yll)sebagai tempat DPR sekarang tinggal puing2.Kembali menyusuri jalan sampai di musium bersatunya Italia yaitu Altare Dela Patria naik sampai di tengah bangunan. Nampak pemandangan seluruh kota jika naik sampai puncak gedung berbayar 7 Euro.Dari sini melanjutkan perjalanan menuju alun2 Piazza Navona.Alun alun yg keren dengan bentuk panjang dan melengkung di ujung alun alun.Alun2 ini dibangun di atas stadion Romawi kuno,jadi pondasinya adalah sebuah kota Romawi kuno 2000 th yll.Dikelilingi bangunan2 megah sejak 1600 th yll diantaranya kedubes Brasil,gereja Santa Agnes,dll.Ditengah tengah ada air mancur dengan lambang 4 sungai dari 4 benua di dunia.Perjalanan berlanjut ke Spanish step yang kondisinya ramai banget sambung ke Trevi fontana yaitu sumber air perawan legendanya pada masa itu tidak bisa menemukan sumber air.Mitosnya sih jika lempar koin disini bakalan balik kesini…..semoga aja yah.Destinasi terakhir adalah mengunjungi Pantheon yaitu sebuah bangunan yang dulunya dijadikan tempat untuk pemujaan dewa,lalu diambil alih sebgai gereja katholik.Pantheon ini dilengkapi dengan kubah terbesar yang ada di dunia dan di tengah tengah kubah terdapat lubang yang mitosnya air hujan nggak bakalan masuk.Realnya aku lihat di lantai ada lubang sebagai tempat mengalirnya air hujan.Akhirnya jalan jalan day 1 diakhiri dengan menikmati gellato di sebuah resto….hehe,kebayang kan dinginnya seperti apa sementara aku lihat gadget menunjukkan suhu di 7 °.

Day 2,jalan jalan ke Colloseum dan sekitarnya.Cukup berjalan kaki menuju colloseum kira kira 300M dari hotel.Sebelum ke Colloseum mampir dulu ke Roman forum yaitu lokasi yang dulunya tertimbun kurang lebih 3M.Disini Julius Caesar dimakamkan setelah dibunuh dan dikremasi.Kuburannya penuh dengan koin yang mitosnya supaya berkah.Dari Roman Forum menuju atas menaiki bukit Palatine hill yaitu teras istana.Di teras ini banyak tumbuh pohon pohon besar dan taman bunga….wow banget kan karena bawahnya rumah/istana.Setelah puas menikmati pemandangan dari atas lanjut ke Colloseum.Bangunan megah yang dibangun hanya dengan batu dan besi tempat para gladiator bertarung dengan hewan buas.Dikelilingi semacam stadium untuk menyaksikan pertunjukan gladiator,bersusun menurut kasta.Untuk menuju puncak paling atas berjalan melewati tangga,lift diperuntukkan bagi usia 65 tahun up atau yang bermasalah dengan lutut seperti aku.Sayang karena kondisi tubuh mulai drop dikarenakan cuaca yang sebentar panas sebentar dingin aku kembali ke hotel.Padahal rencana mau melihat Vatikan dari lubang kunci.

Day 3,adalah waktu bebas untuk belanja oleh oleh.Oleh oleh khas dari Roma ada pasta,gantungan kunci,perlengkapan gladiator,pin,dll yang dibandrol dengan harga mulai 1 Euro.

Rasanyabelum cukup puas berkeling kota Roma dengan sajian pemandangan yang menakjubkan dengan segala keunikan dan kerapihan kotanya.Namun waktu mengharuskanku kembali ke tanah air…..ahh semoga ada keajaiban untukku kembali menemukan banyak jalan menuju Roma??

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tentang Penulis

Mombassador SGM Eksplor
Housewife